DIKLAT Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Desa Emas 2025
Garut, 16 Juli 2025. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Musaddadiyah Garut menggelar DIKLAT Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Desa Emas 2025 dengan tema “Aktualisasi Peran Patriot Desa Emas dalam Penguatan Ketahanan Pangan di Kabupaten Garut”. Kegiatan ini berlangsung mulai Selasa – Rabu, 15 – 16 Juli 2025 di Aula STAI Al Musaddadiyah diikuti sebanyak 134 mahasiswa KKM, yang siap diterjunkan sebagai mobilisator maupun fasilitator transformasi desa di wilayah Kecamatan Leuwigoong.
Acara diklat dibuka secara resmi oleh Ketua STAI Al Musaddadiyah Dr. Syaik Abdillah dengan pesan inti, pahami ‘Ilmu Amaliah – Amal Ilmiah’ sebagai wujud implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, Pembelajaran, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) bukan hanya program akademik semata, tetapi dengan pendekatan Tematik – Transformatif menjadi ikhtiar dalam membangun kesadaran kritis insan akademis, stakeholder pembangunan desa dan warga masyarakat menuju Garut HEBAT, Jawa Barat ISTIMEWA dan Indonesia Emas 2045.
Dengan mengambil tema utama ‘Ketahanan Pangan’, sebuah keniscayaan sebagai hajat hidup manusia. Bukan hanya urusan bahan pokok makanan atau konsumsi pangan saja. Sebagaimana pilar ketahanan pangan meliputi aspek Ketersediaan, Akses, Produksi, Konsumsi, Distribusi, Pemanfaatan dan Diversifikasi serta Stabilitas Pangan menjadi hal yang mesti dipahami secara komprehensif, implementatif dan tentunya menjadi solusi persoalan krisis maupun kerawanan pangan yang sering terjadi.
DIKLAT KKM menghadirkan narasumber utama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab. Garut, Ibu Hj. Yani Yuliani, SP., MP, menyampaikan materi “Strategi Penguatan Ketahanan Pangan di Kabupaten Garut”. Serta Camat Kec. Leuwigoong Ibu Hj. Dra. Dedeh Rosyadah.BE., memberikan paparan “Profil dan Potensi Kecamatan Leuwigoong”.
Pada kesempatan dialog Ibu Kadis Ketahanan Pangan, disamping memberikan wawasan dan pembekalan DIKLAT, beliau juga menitipkan dan turut berpartisipasi dalam implementasi penguatan ketahanan pangan di kecamatan leuwigoong, memberikan benih sayur mayur kepada para Patriot Desa Emas di 8 Desa Kecamatan Leuwigoong, untuk ditanam serentak dengan memanfaatkan lahan sempit dan media tanam yang dimiliki warga masyarakat sebagai modeling dan pemicu membangun kesadaran dan juga kepedulian sesama dalam ketahanan pangan bersama sama.
Mahasiswa KKM akan survey lokasi dan pendirian Posko Desa Emas di 8 desa di Kecamatan Leuwigoong pada Kamis–Ahad, 17–20 Juli 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk menentukan Posko Desa Emas sebagai pusat aktivitas dalam mengenali dan ‘live in’ kondisi riil desa, menjalin komunikasi awal dengan aparat dan tokoh masyarakat, serta menyiapkan program program ‘empowering dan engegament community’ berbasis ketahanan pangan.
Serah terima para Patriot Desa Emas peserta KKM kepada pemerintah kecamatan beserta Kepala Desa masing masing desa di Kec. Leuwigoong akan dilangsungkan pada hari Senin, 21 Juli 2025 di Kantor Kecamatan Leuwigoong, sebagai tanda dimulainya pelaksanaan KKM Desa Emas secara penuh sejak tanggal 21 Juli hingga 25 Agustus 2025.
STAI Al Musaddaiyah yang memiliki lima program studi menjadi parameter dalam memberikan pandangan terhadap Ketahanan Pangan dari berbagai perspektif. Seperti bagaimana Ketahanan Pangan dipandang dari aspek teologis atau sudut keagamaan melalui program Pendidikan Agama Islam (PAI), disini dibutukan modul dan kurikulum ‘khas’ terkait ketahanan pangan. Begitu juga ditinjau dari aspek Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) melalui pola konsumsi makanan berkualitas serta edukasi ‘gardening learning’ sejak dini. Dari sudut prodi Hukum Ekonomi Syariah (HESy), bagaimana dikembangkan potensi ekonomi umat yaitu Zakat, Infaq, Shadaqah dan Wakaf dikembangkan dalam konteks ketahanan pangan, seperti Zakat Produktif Pangan atau Wakaf Lahan Produktif Pangan. Dari prodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) bagaimana konsumsi pangan dikembangkan menjadi komuditas pangan yang memiliki nilai jual yang tinggi atau bagaimana semestinya manajemen distribusi pangan secara adil, merata dan sesuai dengan nilai nilai luhur ‘syariah’ ajaran Islam, agar tidak terjadi kerawanan (krisis) pangan karena akses yang menyulitkan dan kesenjangan distributif pangan. Dan ditinjau dari prodi Hukum Keluarga Islam (HKI), bahwa keutuhan keluarga menjadi fondasi ketahanan pangan sesuai peran domestik dan publik anggota keluarga. Sebagaimana dipaparkan Rofiq Azhar sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) sekaligus sebagai Badan Pelaksana KKM STAI AL Musaddadiyah.
Kegiatan KKM diharapkan mampu menjadi ruang aktualisasi nyata civitas akademika, khususnya para mahasiswa sebagai Patriot Desa Emas, penggerak transformasi sosial maupun agen perubahan yang berkontribusi dalam sektor ketahanan pangan, ekonomi produktif lokal dan pembangunan desa berbasis kearifan lokal.
Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan “Leuwigoong Sauyunan, Leuwigoong Wanian” menjadi ruh penggerak seluruh rangkaian program KKM Desa Emas 2025 ini. Semoga.




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!